Senin, 12 Desember 2016

Nabi Muhammad Pernah Menyebut Orang Indonesia Termasuk Umat yang Paling Dicintainya

Nabi Muhammad Pernah Menyebut Orang Indonesia Termasuk Umat yang Paling Dicintainya




Al-‘Allamah Al-‘Arifbillah Syaikh Syaikh Utsman bersama rombongan ulama yang lain pergi berziarah ke Makam Rasulullah SAW., mendadak beliau diberikan kasyaf (tersingkapnya hijab) oleh Allah SWT. bisa berjumpa dengan Nabi Muhammad.

Di belakang Nabi Muhammad demikian banyak orang yang berkerumunan. Waktu ditanya oleh guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu: “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu?”

Rasulullah menjawab: “Mereka yaitu umatku yang sangat saya cintai, dan diantara sekumpulan orang yang banyak itu ada beberapa grup yang begitu banyak jumlahnya.”

Lalu guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki ajukan pertanyaan lagi: “Ya Rasulullah, siapakah mereka yang berkelompok demikian banyak itu?”

Rasulullah lalu menjawab: “Mereka yaitu bangsa Indonesia yang betul-betul banyak mencintaiku dan saya menyukai mereka.”

Akhirnya, guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu menangis terharu dan terkejut. Lalu beliau keluar dan ajukan pertanyaan pada jama’ah: “Mana orang Indonesia Saya begitu cinta pada Indonesia.” (Diambil dari ceramah Syaikh KH. Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi).

Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki Merangkul Mbah Hasan Mangli Magelang. Sebagai bukti kecintaan as-Sayyid Muhammad al-Maliki pada orang Indonesia yaitu dengan mendirikan Pesantren khusus untuk orang Indonesia di Mekkah. Dan beliau begitu suka dan bahagia bila ada orang/ulama Indonesia yang meluangkan waktunya untuk bersilaturrahim di rumahnya. Bahkan beliau kerap memberikan oleh-oleh (hadiah) pada orang/ulama Indoensia.

Sumber: satuceritanet.com

Kamis, 08 Desember 2016

doktor Muslimah berjilbab diwawancarai wartawan asing

seorang doktor Muslimah berjilbab diwawancarai wartawan asing yang menyatakan pakaiannya itu tidak mencerminkan pengetahuannya.
Kami berkesimpulan Jilbab itu simbol keterbelakangan dan kemunduran.
Dia menjawabnya dengan cerdas dengan mengatakan
Manusia di masa awal hampir telanjang
Bersamaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan mulai mengenakan busana
Apa yang saya kenakan hari ini sebenarnya adalah lambang kecanggihan dan kemajuan berpikir.
Yang telah dicapai manusia berabad-abad lamanya
Adapun ketelanjangan yang ada sekarang adalah simbol keterbelakangan dan kembalinya manusia kepada kejahiliaan
Seandainya ketelanjangan itu simbol kemajuan maka bisa dikatakan para binatang itu telah mencapai puncak peradaban. —

Rabu, 07 Desember 2016

Argumen cerdas Aa gym bagi si Pembela Penista Al-qur'an

Argumen cerdas Aa Gym mematahkan Ahoker,
Kalau ada orang muslim dukung Ahok karena
bisa membangun Jakarta menjadi modern, Sampaikan pada dia....

maka sampaikanlah pada dia bahwa *firaun bisa membangun mesir menjadi negara gemerlap*, penduduknya hidup makmur tapi fir'aun menistakan Agama Allah, maka Allah hancurkan dia*

Kalau ada orang Muslim dukung ahox karena katanya ahox bisa membuat Jakarta menjadi modern.
maka sampaikanlah pada dia bahwa *namrud bisa membangun
Kalau ada orang Muslim dukung ahox karena katanya ahox bisa menjadikan hidup makmur,
maka sampaikanlah pada dia bahwa Bangsa saba' bisa membangun negerinya menjadi negara yang makmur, bebas korupsi* *Dan kaum saba' menistakan Agama Allah, maka Allah hancurkan mereka..*

Percaya lah orang yang selalu bersama Allah dak akan pernah kehilangan apa apa,tapi orang yang kehilangan Allah maka ia akan kehilangan segala nya

Saya dak benci dengan orang non muslim dan etnis china , tapi Allah dengan firmannya melarang saya untuk memilihnya sebagai pemimpin apalagi jika mereka berani menista agama kami.

Saya dak ingin berdebat dengan Anda yang mendukung mereka, apalagi jika Anda yang orang islam.

Bagaimana saya bisa meyakinkan Anda, sedangkan Firman Allah saja anda dak yakini dan Anda abaikan.

*Aa Gym

Senin, 05 Desember 2016

JALAN TERJAL SIKAP POLITIK NU

JALAN TERJAL SIKAP POLITIK NU

Di tahun 1952, NU dipimpin Rais Aam KH Wahab Hasbullah menyatakan keluar dari Partai Masyumi karena kecewa dengan politisi-politisi kaum modernis di partai tersebut yang telah “merendahkan” ulama-ulama pesantren. Menurut politisi-politisi itu kalangan pesantren tidak mengerti apa-apa tentang politik.

Kekecewaan NU tersebut ditambah dengan posisi Menteri Agama yang sejak awal menjadi jatah NU, diberikan kepada kalangan lain. Padahal suara terbesar Masyumi berasal dari warga Nahdliyin. Tak mendapat menteri lain, menteri agama pun lepas. Sehingga kekecewaan NU makin mengkristal. NU akhirnya memilih jalan sendiri.

Akibat keputusan itu, NU dituduh sebagai pemecah belah umat dan Mbah Wahab dituduh sebagai gila jabatan.

Namun lihatlah, pada pemilu 1955 suara Masyumi anjlok. NU menempati posisi ketiga di bawah PNI dan Masyumi. Posisi no 4 adalah PKI. Tak lama setelah itu, Masyumi dibubarkan oleh Sukarno karena beberapa tokohnya terlibat PRRI/Permesta. Bahkan hingga kini Masyumi tak pernah hidup lagi.

"Kontroversi" NU berlanjut. NU dibawah Mbah Wahab, pada era Demokrasi Terpimpin bergabung dengan koalisi NASAKOM (Nasionalis diwakili PNI, Agama diwakili NU, dan komunis diwakili PKI) yang digagas oleh Sukarno. Lagi-lagi NU dicerca dan dicaci maki. Bahkan kiai-kiai NU disebut “kiai Nasakom”.

Ijtihad NU waktu itu adalah, keberadaan PKI di pemerintahan Sukarno harus dikawal supaya tidak mendominasi kebijakan Sukarno. Terbukti, setelah peristiwa G30S/PKI NU menjadi ormas paling depan yang mengganyang PKI dengan pimpinan tokoh muda NU, Subhan ZE.

Selanjutnya, di zaman kepeimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) (1984-1999), NU lebih kontroversial lagi. Saat peristiwa Tanjung Priok tahun 1984. Militer dibawah kendali LB Murdani menembaki umat Islam Tanjung Priok menimbulkan ratusan korban. Protes dimana-mana. Bahkan hampir mengarah pada kerusuhan nasional. Gus Dur justru membawa LB Murdani mengunjungi pesantren-pesantren NU.

Gus Dur berpendapat, jika tidak diredam, maka korban dari umat Islam akan bertambah besar lagi. Waktu itu posisi Suharto sedang kuat-kuatnya. Berani melawan Suharto berarti mati.

Tak pelak, Gus Dur mendapat hujatan dan cacian dari sana-sini, bahkan dari warga NU sendiri. Gus Dur dituduh telah murtad karena telah membela kafir Murdani.

Memahami sejarah perjalanan NU dalam menjaga keutuhan bangsa ini, maka tak usah heran jika NU selalu jadi sasaran hujatan, cercaan, dan fitnah.

Tak usah kaget jika ulama-ulama NU dicaci-maki. Karena dalam setiap pengorbanan selalu ada caci-maki, hujatan, tidak populer, dan fitnah yang mengiringi. NU besar karena ia sudah teruji dengan berbagai macam cacian dalam menjaga keutuhan bangsa ini.

Jika hari ini NU dan ulama-ulamanya dihujat, dicaci maki, difitnah, dibully, ini hanya sejarah yang berulang. Jadi biarkan saja. Sebab, sebagaimana Gus Dur pernah mengatakan, "biarlah nanti sejarah yang akan membuktikan.
[NU Online]...

~ Menurut Syarifudin sekaranglah saat yg tepat untuk membuktikan bobot ke NU an Saya, anda jg kalian ......

Selasa, 29 November 2016

TRADISI REBO WEKASAN

TRADISI REBO WEKASAN
(Rabu Terakhir bulan Safar)
Dalam kitab الجواهر الخام,
الشيخ فاردالدين الشكرجنجي dihalaman ke 5, disebutkan pada tiap tahun hari rabu terakhir di bulan Safar, Allah akan menurukan 320.000 bala bencana ke muka bumi. Hari itu akan menjadi hari-hari yang paling sulit diantara hari-hari dalam satu tahun.
Dalam kitab tersebut, disunahkan kita untuk mendirikan Shalat pada hari tersebut sebanyak 4 rakaat dimana tiap rakaatnya membaca surat alfatihah, dan surat al-kautsar 17 kali, kemudian al-ikhlas 4 kali, surat alfalaq dan an-nass masing-masing satu kali.
Dalam bukunya “Kanzun Najah was- Surur fi Fadail al-Azmina wasy-Syuhur“, Syech Abdul Hamid al-Quds, Imam Besar Masjidil Haram mengatakan,
“Banyak Awliya Allah yang mempunyai Pengetahuan Spiritual telah menandai bahwa setiap tahun, 320 ribu penderitaan (Baliyyat) jatuh ke bumi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.” Hari ini dianggap sebagai hari yang sangat berat dibandingkan hari-hari lain sepanjang tahun.
Beberapa ulama mengatakan bahwa ayat Alquran, “Yawma Nahsin Mustamir” yakni “Hari berlanjutnya pertanda buruk” merujuk pada hari ini.
Nah, Dalam budaya Jawa (kekhalifahan/kerajaan mataram Islam) tradisi rabu terakhir bulan safar ini di akomodir dalam tradisi Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan.
Berbagai macam aktivitas islami hadir dalam tradisi rebo wekasan di masyarakat jawa, dari mulai berkumpul untuk tahlilan (zikir bersama), berbagi makanan baik dalam bentuk gunungan maupun selamatan, sampai sholat sunnah lidaf’il balaa bersama.
Shalat sunnah memohon ampun dari bala bencana (lidaf’il balaa) selalu dilakukan oleh pengikut Jamiyyah Nahdlatul Ulama di Indonesia dan dunia. Walau dalam khasanah pemikiran NU sendiri shalat ini diterima dengan baik dan memodifikasi/meluruskan ajaran islam-kejawen yang memelencengkannya menjadi Sholat Rebo Wekasan.
KH.Hasyim Asy’arie pendiri NU juga pernah berfatwa, tidak boleh mengajak atau melakukan sholat Rebo wekasan karena hal itu tidak ada syariatnya. KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) berfatwa kalau dikampung-kampung masih ada orang yang menjalankan sholat rebo wekasan, ya niatnya saja yang harus diubah. Jangan niat sholat Rebo wekasan, tapi niat sholat sunat mutlak gitu saja, atau niat sholat hajat walau hajatnya minta dijauhkan dari bala’, pokoknya jangan niat sholat Rebo wekasan karena memang nggak ada dasarnya.
Dan kepada mereka yang jadi panutan masyarakat harus menjelaskan soal ini.” Shalat sunnah lidaf’il balaa ini tak harus dilakukan di hari rabu terakhir bulan safar, tapi dimana kala ketika kita merasa firasat buruk akan adanya bala bencana. Wallahua'lam..
Semoga bermanfaat..
Baarakallah fiikum..

Senin, 21 November 2016

Napak Tilas ...

Bismillah...

SANG PEMABUK DAN PEZINA ITU TERNYATA WALI ALLAH ...

Di dalam buku hariannya Sultan Turki Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan kekalutan yang sangat, ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu apa yang dirasakannya.

Sultan berkata kepada kepala pengawal: "Mari kita keluar sejenak".
Di antara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan blusukan di malam hari dengan cara menyamar.

Mereka pun pergi, hingga tibalah mereka di sebuah lorong yang sempit.
Tiba-tiba, mereka menemukan seorang laki-laki tergeletak di atas tanah. Sang Sultan menggerak-gerakkan lelaki itu, ternyata ia telah meninggal. Namun orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun mempedulikannya.
Sultan pun memanggil mereka, mereka tak menyadari kalau orang tersebut adalah Sultan.
Mereka bertanya: "Apa yang kau inginkan?.
Sultan menjawab: "Mengapa orang ini meninggal tapi tidak ada satu pun di antara kalian yang mau mengangkat jenazahnya? Siapa dia? Di mana keluarganya?"
Mereka berkata: "Orang ini Zindiq, suka menenggak minuman keras dan berzinah".
Sultan menimpali: "Tapi . . bukankah ia termasuk umat Muhammad shallallahu alaihi wasallam? Ayo angkat jenazahnya, kita bawa ke rumahnya".
Mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya.
Melihat suaminya meninggal, sang istripun pun menangis. Orang-orang yang membawa jenazahnya langsung pergi, tinggallah sang Sultan dan kepala pengawalnya.

Dalam tangisnya sang istri berucap kpd jenazah suaminya: "Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah.. Aku bersaksi bahwa engkau termasuk orang yang sholeh".

Mendengar ucapan itu Sultan Murad kaget.. Bagaimana mungkin dia termasuk wali Allah sementara orang-orang membicarakan tentang dia begini dan begitu, sampai-sampai mereka tidak peduli dengan kematiannya".
Sang istri menjawab: "Sudah kuduga pasti akan begini..."
"Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko-toko minuman keras, dia membeli minuman keras dari para penjual sejauh yang ia mampu. Kemudian minuman-minuman itu di bawa ke rumah lalu ditumpahkannya ke dalam toilet, sambil berkata: "Aku telah meringankan dosa kaum muslimin".
"Dia juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka uang dan berkata: "Malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi".
"Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepadaku: "Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam".
" Orang-orangpun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur, lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya buah bibir."
Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku: "Kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensholatimu dan menguburkan jenazahmu".
Ia hanya tertawa, dan berkata: "Jangan takut, bila aku mati, aku akan disholati oleh Sultannya kaum muslimin, para Ulama dan para Auliya".
Maka, Sultan Murad pun menangis, dan berkata: "Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad, dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatkannya dan menguburkannya".

Demikianlah, akhirnya prosesi penyelenggaraan jenazah laki-laki itu dihadiri oleh Sultan, para ulama, para masyaikh dan seluruh masyarakat.

(Kisah ini diceritakan kembali oleh Syaikh Al Musnid Hamid Akram Al Bukhory dari Mudzakkiraat Sultan Murad IV)

Milik:
Choirul ulil huda & NU.

Rabu, 26 Oktober 2016

MAULID PAHLAWAN KE 12

MAULID NABI SAW. DI LAPANGAN TUGU PAHLAWAN
KE 12


ALHAMDULILLAHI ROBBIL 'ALAMIN ....

Dengan Rasa Syukur kami ucapkan pada ILAHI ROBBI atas izin nya ......
Alhamdulillahi Robbila A'lamin Acara tahunan GERAKAN SYI'AR MAULID NABI BESAR MUHAMMAD SAW. SERTA HAUL WALI SONGO & PARA PAHLAWAN BANGSA yang Ke 12 kali nya terlaksana dengan meriah pada tanggal 20 oktober 2016 M. (20 muharrom 1438 H.).
Semoga tahun yang akan datang kami bisa lagi mengadakan acara tersebut dengan lebih meriah lagi dan lebih semarak lagi , tentunya atas izin ALLOH swt. ILAHI ROBBI .....
Tak lupa kami sampaikan banyak terima kasih kepada pihak pengelola UPTD.LAPANGAN TUGU PAHLAWAN SURABAYA yang telah memberi izin pemakaian lapangan tugu pahlawan.
Terima kasih juga kepada semua para Sumbangsih yang bahu-membahu untuk Me-Sukseskan acara tersebut.
#PERKUMPULAN NAMPAK TERANG PONDOK PESANTREN BUSTANUL ATHFAL Sawah Pulo Surabaya